Pengalaman megang Asus Zenfone 5

3 Aug 2014

“Sesungguhnya mereka yg memiliki dan menggunakan Asus Zenfone 5 adalah termasuk golongan yang sangat beruntung.”

Asus Zenfone 5

Lha nggak beruntung gimana coba? Sudah setengah tahun di-php Asus, barang nggak masuk2 ke Indonesia. Setelah masuk pun ternyata stok-nya cuman dikit, orang yg minat beli jadi rebutan, sehingga mau nggak mau harus bersedia keluar duit lebih banyak. FYI: Asus mempublikasikan Zenfone 5 ini harganya Rp 2.099.000 rupiah. Kenyataannya, di pasaran nggak mungkin ada yg bisa beli dg harga segitu. Paling murah disini: www.infosys-solution.com/zenfone5 aja pasang harga Rp 2.500.000 tanpa bisa ditawar. Sementara toko2 offline bisa pasang harga sampai Rp 2.800.000. Di kalangan pedagang pun juga banyak yg mengaku kesulitan kulakan Zenfone 5 ke distributor.

Anyway, setelah perjuangan saling sikut kiri kanan akhirnya barang istimewa ini kepegang tangan. Yay! :D

Yang pertama dijajal tentu saja kameranya. Sudah sekian lama ngarep ada henfon yg aperture kameranya bisa dibuka selebar F/2.0 sih. Seperti yg sudah dipajang di post sebelumnya, kemampuan kameranya memang oke banget. Tapi ada satu kelemahan, lampu flash-nya terasa agak lemah jadi cuman mampu menjangkau produk2 still life kecil yg difoto jarak dekat di atas meja. Heran, padahal lampu LED yg sama kalo dipake sebagai senter bisa nyala lebih terang.

Di akhir bulan Juli, ada notifkasi dari Asus kalo ada system update.

asus zenfone update 1 asus zenfone update 2

3. Increase the brightness of flash LED when capturing photos. Subhanallah, alhamdulillah, doa langsung dikabulkan hahaha.

Tapi paket update nggak cuman berisi revisi luminasi flash, banyak hal menarik lainnya. Masih di urusan foto2an, fasilitas editing jadi jauh lebih komplit. Filter2 macam punya instagram ada komplit, bahkan lebih dari itu bisa ngatur hue saturation dan curve pula. Kurang apa lagi? Ini semua di dikerjakan dalam ponsel lho, nggak perlu install Adobe Photoshop di laptop Core i7.

asus zenfone editing 1 asus zenfone editing 2

Buat yg suka fotografi, Zenfone 5 bisa jadi sidekick-nya DSLR (kamera utama). Saya sangat happy dg Asus Zenfone 5 ini! Cuman nggak happy soal distribusinya aja yg masih seret. Di Indonesia demand jauh lebih besar daripada supply.

Oiya, satu hal lagi yg menarik dan mungkin luput dari perhatian banyak orang, Asus Zenfone 5 ini microphone-nya ada dua. Satu mic di sisi bawah device, lokasinya dekat dengan mulut, ini normal. Dan satu mic lagi di sisi atas device, dekat telinga. Buat apa?

Ternyata mic satunya itu untuk membaca noise dari lingkungan sekitar. Sehingga device bisa secara software melakukan noise cancellation, jadinya vokal dari mic bawah lebih jelas didengar lawan bicara. Luar biasa!

Review feature lainnya kapan2 lah ditulisa disini lagi kalo ada mood dan kesempatan, haha.


TAGS asus zenfone zenfone 5 fotografi aperture hue saturation curve photoshop flash


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post